2 Juli 2022

Citranews Indonesia

Berani , Kritis Dan Membangun

Dunia Kesehatan : Air Mengakibatkan Stunting

3 min read

JAKARTA | citranewsindonesia.com — Lingkungan adalah salah satu factor yang paling besar pengaruhnya bagi pertumbuhan anak. Yang patut kita ketahui ada beberapa factor utama yang mempengaruhi tumbuh kembang anak. Factor Pertama adalah Factor Edogen faktor bawaan atau keturunan (hereditas). Factor Kedua adalah Factor Eksogen, yaitu factor yang datang dari luar individu merupakan pengalaman dari alam sekitar serta pendidikan dan sebagainya.

Pertumbuhan anak tidak hanya dilihat dari berat badan, tetapi juga tinggi. Permasalahannya, tinggi badan anak termasuk salah satu factor yang menandai “Stunting” dan menjadi penanda apakah nutrisi anak sudah tercukupi atau belum.

Lalu, apa itu Stunting dan apa penyebabnya? Mungkin tidak semua orang akrab dengan istilah Stunting. Stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun. Stunting adalah masalah gizi kronis dan mengalami gangguan pertumbuhan, sehingga menyebabkan tubuhnya lebih pendek. Selain pertumbuhan terhambat, Stunting juga dikaitkan dengan perkembangan otak yang tidak maksimal.

Akibat asupan gizi yang tidak sampai untuk menyuplai otak, maka yang terjadi daya tangkap anak-anak atau kecerdasan anak menurun (keterbelakangan).

Patut diketahui oleh orang tua efek psikiologis anak yang menderita Stunting, Anak Stunting terdeteksi memiliki kepercayaan diri yang rendah, risiko disfungsi psikososial lebih tinggi, mudah cemas dan rentan mengalami depresi.

Stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak yakni pertumbuhan tubuh dan otak, akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak lebih pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir.

BACA JUGA :   Stunting Part II : Air Tanah Terkontaminasi Limbah Mengakibatkan Stunting

Banyak yang tidak tahu kalau anak pendek adalah tanda dari adanya masalah gizi kronis pada pertumbuhan tubuh si kecil. Hanya saja, perlu diingat bahwa anak pendek belum tentu Stunting, sedangkan anak Stunting pasti terlihat pendek.
Lingkungan yang tidak bersih akan membawa dampak bagi kesehatan kita.

Sampah tidak hanya merusak kelestarian lingkungan, tapi juga mengganggu kesehatan masyarakat. Pencemarannya bisa melalui udara, air, tanah, maupun kontak dengan organisme lain dan dapat menimbulkan penyakit. Terutama pada air, dapat meningkatkan water borne disease seperti diare, hepatitis, keracunan logam berat, serta alergi.

Banyak teori yang menyatakan bahwa kurangnya asupan makanan juga bisa menjadi salah satu faktor utama penyebab Stunting. Namun Stunting pada anak bukan hanya karena asupan makanan yang dimakan maupun gizi. Salah satu yang menyebabkan Stunting tumbuh kembang anak adalah air.

Untuk itu kita harus lebih mengetahui bahwa air mengakibatkan Stuting. Mengapa air berperan penting dalam tumbuh kembang anak. Di dalam tubuh manusia terdapat kandungan air sekitar 60% – 70% dari berat tubuh. Tubuh manusia membutuhkan Air untuk organ-organ dalam tubuh bekerja dengan baik.

Namun sangat disayangkan karena berbagai kegiatan manusia tersebut ekosistem yang ada pada air sangatlah kurang diperhatikan. Salah satu Penyebab Pencemaran Air adalah sampah.

BACA JUGA :   Tinjau Lokasi IKN, Kapolri Ingin Pastikan Proses Pembangunan Berjalan Lancar

Padahal air merupakan sumber daya alam yang sangat dibutuhkan oleh kita juga hewan dan tumbuhan. Sulitnya air bersih dan Sanitasi yang buruk dapat menyebabkan Stunting pada anak. Sadar atau tidak sadar air adalah salah satu Factor penting yang berperan dalam tumbuh kembang anak. Bagaimana individu mengambil manfaat dari kesempatan yang diberikan oleh lingkungan tergantung kepada individu itu sendiri.

Ekosistem sungai mulai tercemari akibat aktivitas manusia serta ketidakpeduliannya terhadap lingkungan. Sehingga perubahan kualitas air jadi menurun dan tidak bisa digunakan sesuai peruntukannya.

Kebiasaan buruk membuang Sampah botol plastik maupun popok ke sungai menyebabkan limbah ini mencemari biota dan ekosistem air.

Sampah Non-organik seperti mikroplastik dan sampah Residu yang umum didengar adalah Pampers, Pembalut serta Masker dapat merusak hormon biota air yang dikonsumsi oleh ibu-ibu hamil dan kita semua.

Limbah atau sampah yang ada di dalam air akan diuraikan oleh mikroorganisme. Mikroorganisme patogen membutuhkan pasokan oksigen untuk menguraikan limbah sampah tersebut.

Apakah kita akan membiarkan Sampah berserakan di seluruh Dunia? yang perlu kita ingat, bahwa sampah sangatlah berpengaruh pada pertumbuhan anak.

Penulis : Ade Dame

 

Facebook Comments
IKUTI CITRANEWS    OK TERIMAKASIH