21 Mei 2022

Citranews Indonesia

Berani , Kritis Dan Membangun

Destinasi Wisata Naikan Tiket Semaunya, Kadis Pariwisata Tangsel Bungkam

2 min read

Tangsel | citranewsindonesia.com — Masih dalam suasana liburan pengujung destinasi wisata melonjak di beberapa tempat salah satunya Ricastro Waterzone (8/5) dijalan ciater raya Serpong Kota Tangerang Selatan.

Harga tiket semula Rp.25.000 berubah menjadi Rp.40.000 dan dikeluhkan pengujung karena harga yang tergolong mahal dan nominal pada tiket yang diterima pengunung tak ada nominal harga tiket , alias pengelolah sengaja mempermainkan harga dan ini juga berpengaruh pada nilai setoran pajak atau pengusaha meraup keuntungan tanpa peduli dengan masyarakat .

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air. Dalam UU No.7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air (selanjutnya disingkat SDA) disebutkan bahwa penguasaan sumber daya air diselenggarakan oleh Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah .

“Aneh tiket masuk Ricastro Waterzone tak ada nominal harga tiket  padahal sebagai alat bukti transaksi yang sah seharusnya juga tertera pada tiket yang diterima pengunjung, ada nilai nominalnya di papan pengumuman  di pintu pembelian tiket namun harga resmi sudah di tutup  dengan stiker dengan nominal Rp.40.000, ini tidak sah keluh Gabriel (49) warga pamulang salah satu pengunjung yang dampingi anak-anaknya.

BACA JUGA :   Jokowi Canangkan 10 Destinasi Wisata Prioritas Indonesia

Konfirmasi kepada kadis Pariwisata Tangerang Selatan Wiwi Martawijaya (8/5) keluhan masyarakat hingga berita ini tayang tidak ada jawaban dan tanggapan dinas Pariwisata sesuai tupoksinya melakukan pengawasan dan menerima keluhan masyarakat atau berpihak kepada pengusaha ?

Memang retribusi destinasi wisata bila dikelolah swasta ditentukan oleh pemilik atau pengusaha tempat , namun kalau ada keluhan masyarakat sekitar atau pengujung, pemerintah seharusnya hadir sebagai penengah dan pengusahan harus berkontribusi memberikan keringanan harga kepada masyarakat tidak hanya mencari keuntungan sebesar-besarnya karena media bisnis yang di pakai adalah air  dan air milik negara / pemerintah atau pemerintah daerah.

(Yusman)

Facebook Comments
IKUTI CITRANEWS    OK TERIMAKASIH