28 September 2022

Citranews Indonesia

Berani , Kritis Dan Membangun

Bapenda Tangsel Kumpulkan Pajak Sampai November Rp26 Miliar

2 min read

TANGSEL|Citranewsindonesia.com – Kepala Bapenda Kota Tangsel, Moch Taher menyampaikan, dari ratusan wajib pajak baru tersebut berhasil dikumpulkan pendapatan sebesar Rp 26 miliar. Tentunya jumlah ini mampu mewujudkan target PAD dari sektor pajak daerah.

Badan Pendapatan Daerah Kota Tangsel berikan apresiasi wajib pajak yang sudah membantu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Sektor Pajak. Berdasarkan data yang berhasil dicatat, sampai November ini ada 701 wajib pajak baru yang menyetorkan kewajibannya.

Taher menjelaskan, hasil pendapatan pajak yang diberikan oleh masyarakat digunakan untuk membangun Kota Tangsel. Antaralain untuk pendidikan sekitar 20 persen, kesehatan 20 persen dan infratruktur sekitar 13 persen.

Sampai saat ini, pendapatan pajak daerah masih menjadi sektor dominan yang menyumbang APBD Kota Tangsel. Tercatat, dari Rp3,6 triliun anggaran tahun 2019, Rp1,458 triliunnya berasal dari pajak daerah. Baik itu dari pajak restaurant, hotel, jiburan, PBB samai dengan PBHTB.

“Itu semua digunakan untuk membantu tidak hanya infrastruktur. Tapi juga memberikan fasilitas menambah setiap bos (Belanja Operasional Sekolah) yang dari pusat,” jelasnya di dalam Sosialisasi Pajak Daerah di Serpong Utara,Tangsel, kemarin (4/12).

BACA JUGA :   Tahun 2022, Litbang PWI Tangsel Mulai Bahas Soal Aset

Taher menambahkan, selain itu hasil.pajak juga dipergunakan untuk membayar BPJS kesehatan masyarakat yang ber-KTP Tangsel. Yakni sekitar 400 penduduk dari 1,4 juta jiwa yaitu sekitar Rp 140 miliar.

“Kami membayar BPJS untuk yang belum mandiri. Dari 701 wajib pajak baru di pajak 2, itu 22 wajib pajak baru dari PBHTB dan PBB,” imbuhnya.

Sekretaris Komisi 3 DPRD Kota Tangsel Abdul Aziz mengatakan, Kota Tangsel memiliki banyak potensi pendapatan dari sektor pajak. Salah satunya adalah restoran dan Mall. Belakangan, tempat-tempat tersebut menjadi destinasi akhir pekan warga luar daerah. Sehingga hal ini bisa dimanfaatkan.

Dengan adanya fasilitas itu, juga menjadi salah satu upaya masyarakat untuk bisa memastikan partisipasinya dalam mencintai daerahnya sendiri. ”Tangsel adalah rumah kita. Kalau bukan kita yang merawat dan mengembangkan siapa lagi,” ujar Aziz.

Sementara itu, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengakui pendapatan pajak daerah pada triwulan ketiga tahun 2019 ini sudah baik. Sebab, sudah mencapai Rp 1,3 triliun. Meski begitu, di berharapkan akan meningkat pada periode selanjutnya.

BACA JUGA :   Audiensi Dengan Kemensos RI, DPP AWPI Siap Bersinergi

Menurut Airin, apabila tidak ada peningkatanbpajak, maka yang terjadi pembangunan daerah akan terhambat.

”Pajak masih menjadi sektor utama dari APBD. Sementara tahun ini, target yang ditetapkan adalah Rp2 triliun. Sehingga menjadi PR bagi pemerintah mengingatkan dan menghimpun pajak pada wajib pajak,” ujar dia.

Airin menambahkan jika berbagai kemudahan sudah bisa dirasakan oleh masyarakat belakangan ini. Misalnya berbagai kemudahan pembayaran pajak melalui bank konvensional. Kemudian program jemput bola. Sampai dengan Pentungan Pajak yang membuat petugas penarik pajak mengunjungi wajib pajak di kediamannya masing-masing.

“Tentunya ke depan inovasi akan terus dilakukan. Sampai masyarakat bisa semuanya tersentuh dan terlayani oleh pemerintah,” tuturnya.

(Humas_Kominfo)
#Tangsel
#Bapenda

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

IKUTI CITRANEWS OK TERIMAKASIH