2 Desember 2022

Citranews Indonesia

Berani , Kritis Dan Membangun

Terkait Putusan MA Tidak Di eksekusi,LBH Bernas Surati Kajati Riau

2 min read
Sefianus Zai,SH Ketua LBH Bernas

PEKANBARU,Citranewsindonesia.com – Lembaga Bantuan Hukum Bela Rakyat Nusantara ( BERNAS ) menyurati kejaksaan tinggi Riau atas lambatnya eksekusi Putusan Mahkamah Agung.

Putusan Mahkamah Agung RI No : 424 K / PID / 2016,tanggal 01 Juli 2015 menolak Kasasi Penuntut Umum dan Para Terdakwa, Putusan ini menguatkan putusan pengadilan tinggi.

Walau sudah berjalan nyaris 4 tahun, namun eksekusi kepada ketiga terpidana belum juga dilaksanakan oleh kejaksaan Negeri Siak Sri Indrapura.

LBH Bernas salah satu lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang hukum menyoroti kejadian janggal ini.

LBH Bernas menyurati Kepala Kejaksaan Tinggi Riau untuk meminta agar Eksekusi segera dilaksanakan.

BACA JUGA :   2024 Tol Serbaraja Siap Beroperasi

Surat resmi dari LBH Bernas diterima oleh Staf Kejati Riau pada Jumat 21/06/2019.

Ketua LBH Bernas Sefianus Zai,SH kepada wartawan usai menyerahkan Surat resmi kepada Kajati Riau mengatakan bahwa demi kepastian hukum dan rasa keadilan ditengah-tengah masyarakat maka kita meminta agar Kejaksaan segera mengeksekusi ketiga terpidana.Jumat 21/06/2019

” Mewakili masyarakat peduli hukum, LBH Bernas meminta Kepala kejaksaan Tinggi Riau segera memerintahkan Kajari Siak Sri Indrapura agar segera mengeksekusi ketiga terpidana sesuai putusan pengadilan,” ucap Sefianus Zai.

Ia menambahkan bahwa Bernas juga meminta agar peristiwa lamban nya eksekusi ini harus di investigasi dan diusut oleh Kejati agar ketahuan penyebabnya.

BACA JUGA :   Sambangi Toko Pertanian, Babinsa Ramil 15/Plkb Pantau Stok Pupuk Dan Pasokan Bibit Padi

” Peristiwa janggal seperti ini kan menjadi pertanyaan besar ditengah- tengah masyarakat, Kejati wajib mengusut dan menjelaskan kepada publik apa penyebabnya, apakah Salinan Putusan MA belum diterima Penuntut Umum atau sudah terima tapi sengaja di biarkan,” tegasnya.

“Kita berharap agar tidak terjadi lagi di kemudian hari, jangan sampai kasus putusan MA tidak dieksekusi seperti ini terjadi lagi,” paparnya.**

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Subscribe for notification