9 Desember 2022

Citranews Indonesia

Berani , Kritis Dan Membangun

GNPF MUI Bantah Ada Deal Tertentu Dalam Pertemuan Dengan Presiden Jokowi

2 min read
Jakarta,Citranewsindonesia– Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Ustad Bachtiar Nasir beserta jajaran pengurus GNPF MUI, membantah isu dan tudingan yang berkembang saat ini di kalangan masyarakat luas bahwa pertemuan antara Presiden  Republik Indonesia Jokowi dengan pengurus GNPF MUI saat bertandang ke Istana Negara pada Minggu (25/06/2017) siang, yang bertepatan dengan perayaan hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriah beberapa hari yang lalu, telah menghasilkan beberapa kesepakatan atau deal-deal tertentu,
Hal dibantah keras oleh Ustad Bachtiar Nasir dan jajaran pengurus GNPF MUI yang  disampaikan oleh Ustad Bachtiar Nasir dan kawan-kawan saat menggelar Pers Conference pada Selasa (27/06/2017) siang di gedung AQL Islamic Center, Jalan Tebet Utara, Jakarta Selatan.
Tampak hadir dalam Pers Conference GNPF MUI tersebut, Ustad Bachtiar Nasir selaku Ketua GNPF MUI, Ustad Luthfie Hakim selaku Bendahara GNPF MUI, Ustad Zaitun Rasmin selaku wakil Ketua GNPF MUI, Ustad Sobri selaku Ketua DPP FPI, Ustad Yusuf Martha selaku wakil Ketua GNPF MUI serta Munarwan selaku Panglima GNPF MUI.
Ustad Luthfie Hakim selaku moderator dalam konferensi Pers tersebut juga menegaskan bahwa, semua proses pengambilan keputusan GNPF MUI, selalu diketahui dan dikomunikasikan dengan Ketua Dewan Pembina GNPF MUI, Ustad Habib Rizieq Shihab (HRS).
Menurut Ustad Bachtir Nasir, pertemuan antara pihak GNPT MUI dengan Presiden Jokowi pada tanggal 25 Juni 2017 yang lalu adalah semata-mata untuk membuka ruang dialog yang konstruktif dan sehat dan pihak Pemerintah.
“Tidak ada itu deal-deal apapun dengan pihak Presiden Jokowi saat kami pihak GNPF bertemu Presiden pada hari Minggu lalu. Pertemuan tersebut sebenarny sudah diagendakan  sejak lama pasca aksi 411, dan baru dapat terlaksana kemarin saat Idul Fitri.
Dan pertemuan silaturrahmi tersebut juga semata-mata dalam rangka untuk silaturrahmii  Idul Fitri antara para ulama dengan Pemerintah. Karena pada dasarnya, Pak Presiden Jokowi juga sangat menghormati ulama dan beliau senang, karena hanya para ulama kah yang mau dan mampu menegurnya,” tandas Ustad Bachtiar Nasir.
Sementara itu, Munarman selaku Panglima GNPF MUI pada kesempatan yang sama juga menyampaikan pandangannya terkait pertemuan antara pihak GNPF dengan Presiden Jokowi.
Munarman menggaris bawahi bahwa, proses diskusi atau dialog merupakan hal yang lumrah untuk menemukan kesamaan pandangan antar kedua belah pihak.
“GNPF berharap, supaya proses dialog antar kedua belah pihak dapat berjalan dengan baik dan searah, untuk meluruskan gave atau kebuntuan komunikasi yang selama ini terjadi. Sehingga dialog antara GNPF dan Pemerintah adalah sebuah proses untuk menyamakan informasi antar satu pihak kepada pihak lain secara timbal balik,” tegasnya.
Diakhir pandangannya, Panglima GNPF Munarman juga menegaskan bahwa, GNPF MUI akan tetap berada dibarisan terdepan untuk mengawal dan membela semua persoalan-persoalan yang menimpa umat Islam Indonesia.
“Masih banyak PR dari umat Islam yang perlu dikomunikasikan dengan Pemerintah dan Presiden, karena selama ini ada kesenjangan persepsi antara GNPF MUI dengan Pemerintah,” pungkasnya.(BTL)
Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Subscribe for notification