10 Desember 2022

Citranews Indonesia

Berani , Kritis Dan Membangun

Sekolah Pemenang Banyak Penghargaan Gunakan Pembelajaran Aktif Tingkatkan Kualitasnya

3 min read
Sumsel,citranewsindonesia,— Direktur Misi  United States
Agency for International Development (USAID) Erin McKee dan Konsul Jendral US
Amerika di Surabaya Heather Variava mengunjungi lembaga pendidikan yang ada di 
Makassar dan Maros, Sulawesi Selatan,  untuk melihat dampak program jangka
panjang USAID  bekerjasama dengan pemerintah daerah, Lembaga Pendidikan
Tenaga Kependidikan (LPTK),  dan sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan
dasar, Kamis (26/01/2016)
Kunjungan hari ini berfokus untuk meninjau dampak program USAID
PRIORITAS (Prioritizing Reform, Innovation, Opportunities for Reaching
Indonesia’s Teachers, Administrators and Students), yang dimulai semenjak
tahun  2012  dan akan berakhir pada pertengahan tahun ini. Program
ini memperkenalkan teknik pembelajaran dan pengajaran aktif dan kontekstual,
manajemen berbasis sekolah, budaya baca dan juga peningkatan partisipasi
masyarakat dalam pengembangan sekolah.
Dengan bekerjasama langsung dengan sekolah, LPTK, dan pemerintah
daerah, USAID  telah membantu memperbaiki kualitas pendidikan secara
keseluruhan sehingga para siswa dapat mengembangkan kebiasaan belajar yang
lebih baik. Direktur Misi McKee dan Konsul Jendral Variava  mengunjungi sekolah
mitra USAID PRIORITAS  yaitu SDN Gunung Sari I Makassar dan Madrasah
Ibtidaiyah Maros Baru, Maros.
Bersama pejabat pemerintah daerah setempat, Konsul Jendral dan
Direktur Misi meninjau kelas-kelas, berbicara dengan para guru dan pengelola
sekolah, bertemu dengan beberapa anggota komite sekolah yang aktif membantu
memfasilitasi pembelajaran di kelas bersama guru. “Komunitas di sekitar sekolah
sangat aktif terlibat dalam membantu para guru mengajar dengan lebih baik.
Sekolah-sekolah ini menunjukkan komitmen yang tinggi  meningkatkan
kualitas pembelajaran dan dampaknya memperlihatkan komitmen mereka,” ujar Konsul
Jendral Variava.
“Sangat menarik melihat bagaimana para siswa di sekolah ini
sangat bersemangat dalam mengikuti pembelajaran; dan bagaimana para guru sangat
bangga bisa menggunakan ketrampilan mengajar yang baru! Peningkatan kualitas di
sekolah ini dan juga sekolah-sekolah mitra USAID PRIORITAS yang lain, 
menunjukkan bahwa menerapkan pembelajaran aktif dan manajemen berbasis sekolah
dengan konsisten telah meningkatkan kualitas pendidikan ribuan siswa,” ujar
Direktur Misi USAID McKee.
Nur Ridhawati, Kepala Madrasah Maros Baru, mengatakan bahwa
kekonsistenan menerapkan metode-metode program USAID telah menjadikannya
memperoleh juara kepala madrasah terbaik  di Sulawesi Selatan pada tahun
2015. “Pelatihan-pelatihan yang telah kami dapatkan mendorong kami untuk
terus maju berkembang,” ujarnya. Kemajuan tersebut juga telah membuat sekolah
memperoleh banyak penghargaan yang lain. Selama tiga tahun belakangan, sekolah
telah menerima 62 penghargaan (dan hanya 10 penghargaan saja selama periode
sebelumnya yaitu antara tahun 1998 sampai  2012  sebelum bermitra
dengan USAID).
Idrus, Kepala Sekolah SDN Gunung Sari 1, menerangkan bahwa
sekolahnya juga menikmati jerih payah berkat komitmen mereka untuk penerapkan
praktik pendidikan yang lebih baik. “Dengan menerapkan pendidikan aktif,
manajemen berbasis sekolah, pertisipasi masyarakat dan juga budaya baca, kami
baru saja menjadi juara satu lomba literasi  se-kota makassar,  yang
menunjukkan membaiknya tingkat membaca di sekolah kami,” katanya.
Sekretaris Kepala Dinas Pendidikan Makassar, Hasbi  setuju
bahwa proyek USAID PRIORITAS telah memberikan sumbangsih berarti bagi
peningkatan kualitas pendidikan di sekolah. “Pembelajaran menjadi lebih relevan
sesuai dengan konteks, lingkungan, dan kebutuhan siswa. Para pengajar menjadi
lebih inovatif dalam mengembangkan metode, media dan sumber belajar mereka.
Para siswa juga lebih menikmati  pelajaran mereka dan lebih banyak
menghasilkan karya belajar dan membaca juga sudah lebih membudaya pada siswa,”
katanya.
Bupati Maros, Hatta Rahman datang bersama Ketua DPRD Maros
beserta jajarannya di MIN Maros Baru berharap program USAID PRIORITAS terus
berlanjut. “Program ini sangat sesuai dengan fokus kami pada paruh kedua
pemerintahan ini yaitu pengembangan sumber daya manusia. Saya menyaksikan
sendiri siswa menjadi sangat antusias belajar dan guru guru menjadi kreatif dan
inovatif dalam pembelajaran. Ini modal yang amat baik bagi pengembangan sumber
daya manusia ke depan.,”ujar Bupati yang berjanji akan mendesiminasi program USAID
PRIORITAS ke sekolah-sekolah non mitra lain dengan menggunakan dana daerah.
Program USAID PRIORITAS adalah program kerjasama lima tahun yang
didanai oleh USAID. Program ini dirancang untuk membawa pendidikan berkelas
dunia ke Indonesia.  Di Sulawesi Selatan,  USAID PRIORITAS 
bekerja di 13 kabupaten/kota (Makassar, Bantaeng, Takalar, Maros, Pangkep,
Parepare, Bone, Pinrang, Sidrap, Wajo, Soppeng, Toraja, Enrekang) and  dan
perguruan tinggi (Lembaga Pelatihan Tenaga Kepelatihan): Universitas Negeri Makassar
dan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. (Red)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Subscribe for notification