10 Desember 2022

Citranews Indonesia

Berani , Kritis Dan Membangun

Bukit Sampah Di Pamulang Tangerang Selatan

2 min read
Tangsel,Citranewsindonesia– Tangerang Selatan
(Tangsel) yang punya motto kota Modern,Cerdas dan Religius,ternyata
kurang seirama dengan pola pikir sebagian masyarakatnya dalam menjaga
ekosistem alam dan kelestarian lingkungannya.Entah sadar atau tidak
perilaku masa bodoh dari masyarakatnya maupun aparat pemerintah selaku
pemegang kebijakan terhadap kelestarian alam dan lingkungannya,akan
memiliki potensi aset bencana yang sangat serius.Hal tersebut disebabkan
kota satelit dibelahan selatan ibu kota tersebut memilki sebuah bukit
sampah yang terletak diperumahan Permata Pamulang (TPST Permata
Pamulang) yang lokasinya tidak terlalu jauh dari pusat pemerintahan
(puspem) kota Tangerang Selatan.

Entah bagaimana dulu awalnya hingga Perumahan Permata Pamulang di
kelurahan Bhakti Jaya,kecamatan Setu,Tangerang Selatan membuat TPST
dipinggir anak kali angke.Karena dikawatirkan jika musim penghujan
datang dengan curah hujan lebat,limpahan air dari berbagai tempat yang
masuk ke anak sungai kali angke tersebut,akan terhambat oleh tumpukkan
bukit sampah yang menggunung dan menghalangi aliran air anak kali angke
serta berpotensi menimbulkan longsor bukit sampah yang menggunung itu.

Beberapa warga diperumahan Villa Pamulang yang bersebelahan dengan
lokasi bukit sampah yang berlokasi diarea perumahan Permata Pamulang
yang ditemui reporter Citranewsindonesia.com pada Jum’at (09/12/2016)
menolak untuk mengomentari perihal bukit sampah tersebut.

BACA JUGA :   Sertijab Kepala bappeda Kota Tangsel

“Maaf mas saya ngak mau komentar soal bukit sampah itu. Tanya sama yang lain saja,” tutur R dengan raut wajah takut

Yepi Suherman kabid kebersihan dinas kebersihan pertamanan dan pemakaman
(DKPP) kota Tangsel saat dihubungi via telpon perihal bukit sampah di
TPST perumahan Permata Pamulang menjelaskan bahwa,pihak DKPP sudah
beberapa kali mengajak pihak-pihak terkait seperti dinas Bina Marga dan
Tata Air serta pengelola TPST KSM Permata Pamulang untuk duduk bersama
mendiskusikan perihal bukit sampah tersebut.

“Kami dari DKPP sudah beberapa kali mengajak kepada dinas Bina Marga dan
juga pengelola TPST KSM Permata Pamulang dan juga lurah Bhakti Jaya
untuk duduk bersama mencarikan permasalahan bukit sampah tersebut.Tapi
para pihak terkait hingga saat ini belum ada tanggapan,” tuturnya.

Sementara itu salah seorang pejabat Bina Marga dan SDA Tangsel yang
tidak mau disebutkan identitasnya (sebut saja E),saat ditemui Jum’at
(09/12/2016) siang dalam sebuah kegiatan dinas Bina Marga dan SDA di
rumah makan Remaja Kuring,Serpong, menyarankan kepada dinas terkait
untuk berkoordinasi secara resmi.

BACA JUGA :   Wakil Walikota Benyamin Hadiri Alseace 2020

“Urusan apapun yang berkaitan dengan sampah itu adalah to poksinya dinas
DKPP. Tetapi apabila ada masalah yang berkaitan dengan dinas
lain,sebaiknya dikoordinasikan secara resmi melalui surat,” tandasnya.

Menurut E,koordinasi yang berkaitan dengan penggunaan anggaran APBD itu
harus tertulis dikoordinasikan,karena anggaran yang akan dikeluarkan
pada akhirnya harus dipertanggung jawabkan dalam laporan penggunaan
anggaran.

“Kami tunggu surat resmi dari pihak DKPP,dan kami siap berkoordinasi
dengan mitra kami DKPP dalam penurapan pinggir anak kali angke yang
lokasinya tepat di TPST Permata Pamulang,” pungkasnya.

Sementara itu dari pihak pengelola TPST perumahan Permata
Pamulang,hingga berita ini diturunkan sangat sulit ditemui bahkan
terkesan memilih bungkam.(BTL)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Subscribe for notification