28 Mei 2022

Citranews Indonesia

Berani , Kritis Dan Membangun

Tugu Peringatan Pertempuran Mei 1949 Tidak Terurus

2 min read
Tangsel,citranewsindonesia.com,— Warga yang sehari-hari
beraktivitas di sekitar bundaran Cisauk, Kecamatan Serpong, Tangerang Selatan,
Banten, mengaku tidak tahu ada situs bersejarah di lokasi itu.
Situs yang dimaksud adalah Tugu Peringatan Rakjat Serpong.
Letaknya kini terhimpit di antara dua bangunan, yaitu warung kelontong dan
rumah makan masakan padang.

Sebenarnya Tugu ini salah satu aset yang harus dilestarikan oleh Dinas Kebudayaan dan pariwisata namun semua rusak karena tidak ada kepedulian pihak pihak terkait termasuk pemkot Tangerang Selatan.

“Emangnya ada tugu apa, Mas? Itu rumah makan padang saja
saya tahunya mah,” kata Djoko (50), tukang ojek
di dekat bundaran Cisauk kepada awak media, Rabu (25/5/2016).
Djoko yang penasaran meminta awak media untuk menunjukkan di mana lokasi tugu
tersebut. Setelah mengetahui dan melihat langsung Tugu Peringatan Rakjat
Serpong itu, dia mengaku selama ini tidak memperhatikan bangunan yang ada di
sana.
Djoko menganggap bangunan kecil yang ada di sebelah rumah makan
Padang hanya tembok biasa.
Warga lainnya, Seno (24), berpendapat seharusnya tugu itu
ditempahkan yang mudah terlihat.
“Di sini ya wajar enggak kelihatan
apa-apa. Harusnya ditaruh di tengah bundaran sana,” tutur Seno.
Penjaga warung kelontong samping Tugu Peringatan Rakjat Serpong,
Deden (26), menyebutkan dulunya daerah di sekitar tugu tersebut tidak ada
bangunan apapun. Hanya ada tugu yang memiliki tinggi dua meter lebih berikut
tiang dan Bendera Merah Putih di atasnya.
Kini tugu tersebut semakin kusam karena tidak terawat dan kain
Bendera Merah Putih di atasnya juga ikut menghitam terkena debu dan asap
kendaraan.
“Ini dulu kosong, cuma tugu ini. Tapi, lama-lama, pada
bangun rumah, toko, warung. Kalau saya di sini cuma ngontrak, ini
dengar-dengar cerita saja dari orang yang punya dulu,” ujar Deden.
Penjaga rumah makan masakan padang di sebelah tugu yang enggan
menyebutkan namanya menuturkan, dia sejak tahun 1997 berjualan di sana. Sejak
dia berjualan hingga hari ini, tidak terlihat ada yang merawat tugu tersebut.
Sama sekali tidak ada petugas yang membersihkan maupun sekadar
memantau tugu itu.
“Ini sama sekali enggak terurus, enggak terawat. Saya juga
enggak tahu sebenarnya ini apaan, cuma lihat tulisannya tugu peringatan, begitu
saja,” ucap dia.
Tulisan di tugu itu berbunyi, “Tugu Peringatan Proklamasi 17
Agustus 1945 – Didirikan Pada Hari Selasa Djam 6 Petang Tgl 27 Desember 1949 (5
Maulud 1369) Rakjat Serpong
.” (Dede Richal/KMS)
Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

IKUTI CITRANEWS    OK TERIMAKASIH