29 Mei 2022

Citranews Indonesia

Berani , Kritis Dan Membangun

MTs Nurul Islam Mencubit Siswa Yang Nakal Jadi Hal Biasa

2 min read
Tangsel,citranewsindonesia.com,— Tindak kekerasan oknum guru disalah satu sekolah swasta yang diduga telah melakukan pemukulan terhadap muridnya di Madrasah Tsanawiya (MTS) Pembangunan Yayasan Nurul Islam Jl. Raya Puspitek Kp. Sari Mulya Kec. Setu Tangsel.
Sehingga akibat kejadian Tersebut dialami oleh RZ yang berawal dari Kegiatan Upacara bendera,Senin (02/05/2016) korban dan siswa lainnya ditegur dan telah ditampar oleh gurunya yang mana RZ pada saat upacara bendera tidak berpakaian rapih atau seragamnya tidak dimasukan kedalam celana. Usai pulang sekolah RZ langsung mengadukan perlakuan tersebut kepada orang tuanya perihal bahwa korban telah mendapat perlakuan kekerasan oleh oknum guru terhadap dirinya.
Menurut Glen orang tua korban menjelaskan bahwa pada saat anak saya  pulang dari sekolah dia agak termenung maka ibunya bertanya, ada apa dan kenapa, lalu anak saya mengatakan pipi RZ merah atau tidak? ibunya menjawab memang ada apa?  dia mengatakan bahwa RZ telah di tampar namun dia memohon agar kejadiannya tidak di adukan pada saya sebagai ayahnya. Ungkap Glen saat dikompirmasi,rabu (04/05/2016) kepada wartawan
“Menurut anak saya dia telah diperlakukan kasar oleh guru nya dengan menampar pipinya, oleh salah satu guru Madrasah Tsanawiyah (MTS) pembangunan Nurul Islam berinisial MK tempatnya sekolah”.
Sehingga akibat perlakuan tindakan ini anaknya (korban) tidak mau bersekolah lagi dikarenakan masih ada rasa takut dan trauma yang dialami,selain itu juga korban sepertinya tidak mau berkomunikasi dan berbicara dengan saya dan keluarga sejak kejadian tersebut. Dan bukan hanya itu korbanpun takut apabila saya mendatangi sekolah dan gurunya dikarenakan RZ telah mengadukan semua itu. Terangnya
Saat di konfirmasi pihak sekolah MTs pembangunan Nurul Islam, guru berinisil MK menjelaskan bahwa tidak hanya korban yang di tegur pada saat upacara dan mengeluarkan baju, pihak sekolah hanya mencubit pada siswa yang memang agak membandel saat di nasehati. Ungkap MK kepada wartawan
“Saya guru yang saat itu menegur RZ saat upacara dan tidak hanya korban yang saya tegur siswa lain pun sama,kami hanya ingin siswa atau murid kami semua dapat disiplin dan taat akan aturan yang ada,dan kami merasa tidak menampar RZ hanya mencubit saja”. Jelasnya
Bahkan bukan hanya itu saja setiap siswa atau murid kami yang nakal dan membandel biasanya di Cubit dan itu sudah biasa. Tambahnya
Sedangkan menurut Kepala sekolah MTs pembangunan Nurul Islam kami memohon maaf atas perlakuan dan kejadian ini,  mungkin guru pembimbing sedang khilaf . Saya atas nama sekolah memohon maaf,  dan kami berjanji akan melakukan rapat guru untuk dapat mengevaluasi atas semua kejadian sekarang ini. Bukan hanya itu saya secara pribadi memohon maaf kepada orang tua RZ,  Saya dengan rendah hati memohon maaf atas semua yang telah menimpa dan perlakuan yang didapet oleh RZ”.pungkas kepala Sekolah yang enggan di sebutkan namanya itu. (Aryo/Dede Richal)
Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

IKUTI CITRANEWS    OK TERIMAKASIH