26 September 2022

Citranews Indonesia

Berani , Kritis Dan Membangun

Menteri Yuddy Dorong Perbanyak Inovasi Berkelas Dunia

5 min read
SURABAYA,CitranewsIndonesia–  Pemerintah berharap semakin banyak
inovasi pelayanan publik yang memperoleh pengakuan internasional, menyusul dua
inovasi yang  telah meraih penghargaan dari Persatuan Bangsa Bangsa (PBB)
tahun 2015 lalu. 
Dengan pengakuan internasional yang berarti meningkatnya
kepercayaan dunia,  dapat menjadi pendorong masuknya arus modal ke
Indonesia, yang pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Demikian ditegaskan Menteri Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Yuddy Chrisnandi dalam pembukaan
Simposium dan Gelar Inovasi Pelayanan Publik Nasional Tahun 2016 di Surabaya,
Kamis (31/03).
Lebih lanjut Yuddy mengatakan, untuk mewujudkan hal
itu, ia mengajak para pimpinan instansi pemerintah baik di pusat maupun di
daerah, untuk menjaga dengan baik momentum dan lingkungan yang kondusif untuk
mendorong terciptanya inovasi secara berkelanjutan.
Selain itu, jajaran pemerintahan diminta untuk
manfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dengan optimal guna memperluas
jaringan kerja sama dan sarana berbagi pengetahuan dan pengalaman antar
instansi dalam menularkan best practices.
Guru Besar FISIP Universitas Nasional Jakarta ini juga
mengatakan perlunya memperkuat integritas Aparatur Sipil Negara (ASN) serta
meningkatkan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah, untuk memperkuat
kepercayaan publik kepada pemerintah. “Laksanakan Gerakan Revolusi Mental untuk
mengubah budaya kerja dan pola pikir ASN,” imbuh pria kelahiran Bandung, 29 Mei
1968 ini.
Yuddy juga mengatakan, pelayanan publik yang
berkualitas merupakan salah satu area perubahan dalam Grand Design Reformasi
Birokrasi. Lahirnya UU Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik juga
bertujuan untuk membangun kepercayaan masyarakat (termasuk para investor)
kepada negara melalui pelayanan publik yang berkualitas.
Selain itu, UU ini juga memberi mandat kepada
Kementerian PANRB untuk melaksanakan fungsi perumusan kebijakaan nasional,
fasilitasi konflik antar instansi, pemantauan dan evaluasi kinerja, penyusunan
peringkat dan pemberian penghargaan di bidang pelayanan publik.
Sejalan dengan mandat tersebut, dalam tiga tahun
terakhir telah dicanangkan gerakan “One Agency, One Innovation” yang berarti
setiap kementerian/lembaga dan pemda diwajibkan untuk menciptakan minimal satu
inovasi layanan publik setiap tahunnya. “Untuk mendorong munculnya inovasi,
sejak tahun 2014 Kementerian PANRB menyelenggarakan Kompetisi Inovasi Pelayanan
Publik, ujar Menteri.
Pada tahun 2014 ada 515 inovasi yang yang
dikompetisikan dan menghasilkan Top 99 serta Top 9. Tahun 2015,  jumlah
meningkat menjadi 1.189 inovasi, dan menghasilkan Top 99 dan Top 25. 
Tahun 2016 ini, jumlah peserta melonjak menjadi 2.476
inovasi. Melalui Keputusan Menteri PANRB No. 51/2016, Kementerian PANRB
menetapkan Top 99 inovasi pelayanan publik. “Saat ini tengah dievaluasi untuk
mendapatkan Top 35,” imbuh Yuddy.
Menurut yuddy, pelaksanaan kompetisi ini menjadi
sangat relevan di era keterbukaan dan persaingan global. Sebagai bagian dari
masyarakat gobal, kita tidak dapat menutup diri terhadap dinamika perubahan
yang datang begitu cepat. Siklus hidup (life cycle) suatu produk menjadi
semakin singkat yang berjalan seiring dengan perubahan tingkat kebutuhan dan
kepuasan masyarakat.
Inovasi bukan hanya dibutuhkan dalam sektor privat
saja, tetapi juga pada sektor publik. Laporan Global Innovation Index Tahun
2015 menunjukkan bahwa ide-ide cemerlang, kecepatan dan kemampuan berdaptasi
adalah faktor penting dalam menentukan keberhasilan suatu inovasi.
Dewasa ini kompetisi inovasi pelayanan publik tidak
saja berskala nasional, tetapi juga berskala internasional. Alhamdulillah pada
tahun 2015 terdapat dua finalis dari Indonesia yang berhasil memperoleh
penghargaan tingkat dunia dalam lomba United Nation Public Service Awards
(UNPSA).
Kedua inovasi diaksud adalah Pengembangan Kemitraan
Dukun dan Bidan untuk Mengurangi Angka Kematian Anak dan Ibu Melahirkan,
Kabupaten Aceh Singkil; dan Unit Pelayanan Terpadu Pengentasan Kemiskinan,
Model Jawaban Problematika Kemiskinan, Kabupaten Sragen.
Dalam kesempatan itu, Menteri Yuddy menyampaikan
ucapan selamat kepada Top 99. Lebih dari itu, Yuddy berharap agar TOP 99 bisa
mengikuti jejak kedua innovator yang sudah mendapat pengakuan internasional
tersebut. “Dengan demikian masyarakat internasional akan semakin menaruh
kepercayaan terhadap kita,  ujarnya.
Ada beberapa inovasi dari TOP 99 yang bagus dan bisa
menjadi rujukan untuk direplikasi dan dikembangkan, antara lain Program
pelayanan keliling SKCK, Polda Aceh. Inisiatif yang diterapkan ini secara
kreatif dapat membantu masyarakat mendapat kemudahan dan mendapat pelayanan
yang baik melalui Program Pelayanan SKCK keliling. Respon masyarakat sangat
baik dengan adanya strategi baru untuk meningkatkan pelayanan publik dan dapat
meningkatkan kinerja bagi anggota kepolisian itu sendiri.
Yuddy menambahkan,  inovasi lainnya yang menarik
adalah Under Water Restocking yang dikembangkan oleh  Dinas Perikanan dan
Kelautan Provinsi Jawa Timur ini juga patut direplikasi. Inovasi ini merupakan
yang pertama dan satu-satunya yang dilakukan oleh instansi pemerintah di
Indonesia dengan membangun rumah ikan di dasar perairan serta menebar
benih-benih ikan ke dalam rumah ikan. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai
pihak dari nelayan, tokoh masyarakat, LSM,  Penyelam, Pemerintah daerah
dan stakeholder yang lain.
Melalui inovasi ini dapat membantu pengkayaan
sumberdaya ikan di laut teritorial untuk meningkatkan populasi, penyediaan
stock ikan dan pelestarian sumberdaya ikan di laut territorial. Dengan demikian
pada gilirannya dapat meningkatkan produktivitas perikanan dan memberikan
kontribusi terhadap perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah laut
teritorial di Jawa Timur. Inovasi ini juga berdampak pada kelestarian
sumberdaya ikan dan lingkungan/ekosistem di laut teritorial serta meningkatkan
pendapatan nelayan.
Inovasi selanjutnya yang juga dinilai patut
direplikasi adalah Panic Button on hand, yang dikembangkan oleh  Polresta
Malang. Inovasi ini berawal dari booming pengguna teknologi komunikasi HP
Android. Produk ini resmi dioperasikan  Polresta Malang pada tanggal 16
Oktober 2015. Aplikasi program Panic Button on Hand sebagai sarana penerimaan
panggilan masyarakat yang membutuhkan bantuan Polisi Polresta Malang secara on
line,  di-download gratis di play store HP Android masing-masing.
Masyarakat dapat memanfaatkan empat fasilitas yang
disediakan dalam Panic Button tersebut, yakni (1) Penerimaan laporan
masyarakat, (2) Kritik dan saran, (3) Pelayanan masyarakat, dan (4) Media
Informasi publik.
Dengan biaya sangat murah bahkan gratis, inovasi ini
berupaya memberi kemudahan masyarakat mendapatkan pelayanan polisi saat
membutuhkan terlebih pada kondisi darurat.
Inovasi lainnya yang patut diapresiasi adalah
Instalasi Kegawatdaruratan Modern (Instagram), RSUD dr.Iskak Tulungagung.
Instagram merupakan sistem pelayanan kegawatdaruratan yang mengutamakan
kecepatan, ketepatan dan keamanan dengan menggunakan zona respon. Pemilahan
pasien gawat darurat dilakukan sejak di triage primer. Pasien dengan kondisi
gawat darurat dimasukkan ke zona kritis (red zone) dengan response time 0 (nol)
menit.  Pengembangan Instagram ini dimulai sejak 2013. Setahun kemudian
(2014).
Instagram mengembangkan program pre-hospital melalui
Tulungagung Emergency Medical Services (TEMS). “Pada 2015, Instagram dan TEMS
dioperasionalkan secara integral, imbuh Yuddy.
Sementara itu, Deputi bidang Pelayanan Publik
Kementerian PANRB Mirawati Sudjono mengungkapkan, proses hingga diperolehnya
TOP 35 Inovasi Pelayanan Publik. Diawali dari pengiriman proposal oleh inovator
melalui sistem informasi inovasi pelayanan publik (siNovik). Proposal yang
masuk dinilai oleh tim evaluator yang terdiri dari para akademisi beberapa
perguruan tinggi terbaik di Indonesia sehingga dihasilkan TOP 99.
Dari TOP 99 yang telah terpilih, diwajibkan untuk memaparkan
inovasinya dan diwawancarai di hadapan Tim Panel Independen. “Pada Tahap akhir
akan dilakukan mistery shopping untuk menentukan TOP 35,” ujarnya.
Dijelaskan, simposium dan Gelar Inovasi Pelayanan
Publik Nasional Tahun 2016 bertujuan : Pertama, untuk mempromosikan inovasi
pelayanan publik dari segenap unit penyelenggara pelayanan publik di setiap
Kementerian, Lembaga, Pemerintah Provinsi, Kabupaten, Kota, serta BUMN/BUMD.
Kedua, melakukan simulasi dan sekaligus berbagi
pengalaman inovasi pelayanan publik. Adapun tujuan Ketiga, untuk mendorong
dilakukannya penyebaran hasil inovasi pelayanan publik ke seluruh instansi dan
BUMN/BUMD agar terjadi perubahan besar pada birokrasi di tanah air menjadi
birokrasi yang bersih, melayani, efektif dan efisien.
Adapun Top 99 yang terpilih akan mempresentasikan
inovasinya dalam simposium, selain melakukan simulasi dan menjelaskan
inovasinya dalam gelar inovasi. (HUMAS MENPANRB)
Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

IKUTI CITRANEWS OK TERIMAKASIH