20 Mei 2022

Citranews Indonesia

Berani , Kritis Dan Membangun

4 LPS KELURAHAN TENGAH BERMASALAH DALAM PENGELOLAAN SAMPAH

2 min read
Jaktim,CitranewsIndonesia— Permasalahan
sampah tetap menjadi dilemma masyarakat dan pemerintah, karena sampai saat ini
belum adanya kesadaran ataupun ubah perilaku masyarakat tentang peduli lingkungan. 

Masyarakat hanya bisa membuang sampahnya tanpa peduli terhadap lingkungan
sementara para tukang sampah berpura pura peduli terhadap lingkungan tetapi ada
kepentingan  ajang usaha mendapatkan
financial sebesar – besarnya dan memanfaatkan ruang seluas luasnya.

Menurut camat
Kramat Jati (Eka Darmawan) perlunya pembinaan pengelolaan sampah yang benar
kepada masyarakat, SKPD, para tokoh masyarakat, RT, RW serta tukang sampah.
Menurut Eka Darmawan sampai saat ini saya menganalisa  empat kategori dari lingkungan hidup yaitu ;
Estetika, efesiensi ruang, keindahan dan kualitas lingkungan, dan bahwa para
tukang sampah pintar dalam mengalihkan permasalahan hingga menjadi permasalahan
umum.

Padahal permasalahan penebar
sampah yang tidak peduli lingkungan adalah mereka para tukang sampah yang hanya
peduli finansialnya saja.

Para tukang
sampah bisa mendapatkan penghasilan dalam perbulannya mencapai minimal dua
belas juta rupiah hingga tiga puluh juta rupiah menurut lurah Batu Ampar,
seperti LPS Jl. SMPN 126 kelurahan Batu Ampar yang terdahulu sangat begitu
hancur berantakan karena ulah para tukang sampah. Kerjasama dengan beberapa LSM
untuk membina pengelola LPS Alhamdulillah sudah ada perubahan yang membaik,
menurut lurah Batu Ampar. 

Namun karena mereka merasa terusik oleh adanya
pembinaan, dimana pendapatan mereka tidak lagi mencapai apa yang mereka capai.
Provokasi para tukang sampah terhadap pengelolaan  LPS melalui para RT dan RW yang dihasut agar pembinaan
tidak berhasil, menurut lurah Batu Ampar sudah meresahkan kepentingan umum.

Seperti dikelurahan
Tengah kecamatan Kramat Jati telah terprovokasi para RT, RW dan LMK oleh para
tukang sampah bahwa LPS – LPS di kelurahan Tengah menurut mereka tidak masalah,
tetapi dalam kenyataannya empat dari lima LPS bermasalah dalam pengelolaan
sampahnya. 

Camat Kramat Jati meminta agar musyawarah ini bukan saling memojokan
tetapi saling membina agar keselarasan pengelolaan LPS LPS di kelurahan Tengah
dapat terealisasi dengan strategi yang terbaik bukan menjadi rusuh tentang kehidupan
masyarakat banyak. Jangan mementingkan diri sendiri dan jangan merasa lebih
pintar dan juga bisa menyalahkan orang lain tanpa bukti, Tegas camat Kramat
Jati.

Menurut camat
Kramat Jati Eka Darmawan bagaimana membina permasalahan sampah bagi pengelola LPS, masyarakat
dan para tukang sampah agar melihat empat katagori dari lingkungan hidup yaitu
; estetika, efesiensi ruang, keindahan dan kualitas lingkungan. 
Jika kesemuanya
memahami maka keselarasan permasalahan sampah dapat diatasi bersama. PERDA No 3
tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah dan PerMenLH No. 32 Tahun 2009 tentang
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dapat berjalan dengan baik serta
ubah perilaku berjalan dengan kesadaran masyarakat. ( Anton & Dominggo)
Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

IKUTI CITRANEWS    OK TERIMAKASIH