26 September 2022

Citranews Indonesia

Berani , Kritis Dan Membangun

Cegah DBD Dinkes Tangsel Satu Rumah Satu Jumantik

2 min read
Tangsel,CitranewsIndonesia— Sosialisasi (DBD) Dinas Kesehatan Kota Tangserang Selatan yang ke 4
di adakan di saung Mardesa pamulang, PSN DBD tingkat Kecamatan ini juga
membahas tentang Program “Satu Rumah satu jumantik” Pertemuan ini juga
di hadiri lebih dari 30 tamu undangan termasuk Lurah se kecamatan Pamulang.
Dr. Tulus sebagai Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan
Penyehatan Lingkungan (P2PL) dan Dr. Alwan AT sebagai kasi
Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan dari Dinas kesehatan
Kota Tangerang Selatan menjadi narasumber dari Dinas Kesehatan Tangsel.
Tak hanya itu, Penempelan stiker
Pemberantasan DBD yang bertuliskan Himbauan warga akan bahaya DBD dan
selalu menjaga kebersihan lingkungan masing masing.
“Kita
harus perduli terhadap lingkungan kita sendiri, terutama pada kebersihan
yang menyebabkan penyakit dan menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk,
Program satu rumah satu jentik ini saya harapkan mengurangi angka
Penderita DBD di Tangserang Selatan, Dinas Kesehatan juga sedang
membentuk Tim respon cepat, dan rencananya dalam waktu dekat ini akan
mulai mendatangi rumah rumah warga guna menanggulangi adanya penyakit,
bukan hanya DBD saja” ujar Alwan
Saat diskusi di mulai, Lurah
Pamulang Barat, Supriyadi menjelaskan bahwa di daerahnya paling banyak
warga yang terkena penyakit DBD. kurang lebih ada 8 kelurahan di
Pamulang harus diingatkan selalu tentang bahayanya jentik nyamuk dan
penularan penyakit DBD yang ditularkan oleh nyamuk.
Namun, kata Supriyadi kepedulian masyarakat masih kurang, terutama dalam membersihkan lingkungannya.
“Saya
juga selalu menghimbau kepada masyarakat melalui Rt/Rw-nya untuk terus
menjaga kebersihan lingkungan, baik di dalam rumah maupun di luar rumah,
mereka juga diingatkan akan bahaya nyamuk penyebar penyakit DBD, “ Ujar
Supriyadi.
Supriyadi juga mengeluhkan akan
minimnya pelayanan pihak RSUD Tangsel terkait penanganan warga yang
terkena DBD, warga harus meregang nyawa karena pelayanan yang lambat,
Harapan
saya RSUD Tangsel dapat melakukan pelayanan terbaiknya, tanpa melihat
siapa penderitanya, agar hal yang sama tidak terulang kembali, seperti
yang dialami warga saya beberapa waktu yang lalu,” Lanjut Supriyadi. (Aryo)
Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

IKUTI CITRANEWS OK TERIMAKASIH