KOTA TANGERANG || citranewsindonesia.com – Pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi, kota, maupun kabupaten, memiliki kewenangan otonomi dalam menyelenggarakan pemerintahan di wilayahnya masing-masing. Kepala daerah dan wakil kepala daerah dipilih secara berpasangan melalui Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) untuk masa jabatan lima tahun.
Dalam praktiknya, relasi antara kepala daerah dan wakilnya kerap menjadi sorotan. Tidak sedikit pasangan kepala daerah yang belum lama menjabat justru mengalami keretakan hingga “pecah kongsi” dalam menjalankan roda pemerintahan.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, kepala daerah bertugas memimpin pelaksanaan pemerintahan daerah, menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat, serta melaksanakan kebijakan yang telah disepakati bersama DPRD. Sementara wakil kepala daerah berperan membantu kepala daerah, memberikan saran dan pertimbangan, mewakili tugas-tugas tertentu, serta melakukan pengawasan dan pelaporan jalannya pemerintahan.
Namun dalam perjalanan, hubungan yang tidak harmonis kerap terjadi. Sejumlah kasus pengunduran diri wakil kepala daerah pernah mencuat ke publik, mulai dari Wakil Bupati Garut Dicky Chandra, Wakil Wali Kota Surabaya Bambang Dwi Hartono, hingga Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto. Fenomena tersebut bahkan pernah dicatat Kementerian Dalam Negeri, yang menyebut mayoritas pasangan kepala daerah hasil Pilkada di era tertentu berakhir pecah kongsi.
Pengamat menilai, salah satu penyebab utama disharmoni adalah minimnya kesamaan visi dan misi sejak awal pencalonan, termasuk adanya “kawin paksa” politik antarpartai koalisi. Kondisi tersebut kerap berdampak hingga ke jajaran birokrasi, memunculkan polarisasi di internal organisasi perangkat daerah (OPD).
Di tengah fenomena tersebut, duet Wali Kota Tangerang Sachrudin dan Wakil Wali Kota Maryono Hasan justru dinilai mampu menjaga kekompakan selama hampir satu tahun masa kepemimpinan periode 2025–2030.
Berdasarkan berbagai informasi yang berkembang, pasangan yang dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 19 Februari 2025 ini disebut tetap solid dan saling melengkapi dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Tokoh senior Partai Golkar Kota Tangerang, Aviffudin Alwis, menyebut komunikasi antara Sachrudin dan Maryono berjalan baik hingga saat ini.
“Komunikasi mereka tetap terjalin dengan baik dan saling mengisi tugas serta fungsinya masing-masing,” ujar Aviffudin.
Ia menambahkan, Golkar sebagai partai pengusung utama secara berkala melakukan evaluasi, termasuk terkait komunikasi dan sinergi kepemimpinan di Kota Tangerang.
Hal senada disampaikan warga Cimone, Eddy Salman, yang menilai kepemimpinan Sachrudin–Maryono cukup solid dengan arah pembangunan yang jelas.
“Setahun kepemimpinan mereka terlihat kompak. Program-programnya juga jelas dan terasa manfaatnya,” katanya.
Diketahui, Sachrudin merupakan Ketua DPD Golkar Kota Tangerang, sementara Maryono Hasan diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Meski berasal dari latar belakang partai berbeda, keduanya dinilai mampu menjaga stabilitas pemerintahan dan fokus pada pembangunan daerah.
Masyarakat pun berharap kekompakan tersebut dapat terus terjaga hingga akhir masa jabatan, sehingga pembangunan Kota Tangerang di berbagai sektor dapat berjalan optimal dan bermuara pada peningkatan kesejahteraan warga. red

