29 November 2022

Citranews Indonesia

Berani , Kritis Dan Membangun

Konferensi Pers, Ketua DPRD Sergai Mendapat Kritikan Dari Tokoh Masyarakat

2 min read

Serdang Bedagai, Citranewsindonesia – Konfrensi Pers yang dilakukan Ketua DPRD Sergai untuk mengklarifikasi munculnya berita Mosi tak percaya kepada Ketua DPRD Sergai, ternyata mendapat kritik dari tokoh masyarakat Sergai.

Kritikan itu muncul dari salah seorang tokoh masyarakat Sergai, H.Bahrum Abas, yang juga menjabat sebagai Ketua Exponen 66 Kabupaten Serdang Bedagai, ketika awak Media ini berkunjung ditempat kediamannya , di Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Kamis ( 24/06/2021).

H.Bahrum Abas mengatakan bahwa seharusnya Ketua DPRD Sergai tidak perlu membahas tentang Mobil Dinas Bupati Sergai, karena menurut pandangannya Bupati Serdang Bedagai sudah menunjukkan kesederhanaannya dan memang pantas menjadi contoh.

BACA JUGA :   Masyarakat Sei Bamban dan Gempolan Siap Dukung DAMBAAN

“Bupati Serdang Bedagai , H. Darma Wijaya, sudah menunjukkan kesederhanaannya, mobil dinasnya mereknya Fortuner sama dengan mobil dinas Wakil Bupati, yaitu sama sama merek Fortuner juga. Nah, ini bentuk kesederhanaan yang patut di contoh oleh Bupati Bupati lain di Indonesia”, ungkap Bahrum Abbas.

Begitu juga tentang peryataan ketua DPRD Sergai, pada saat Konfrensi Pers tersebut ada mengatakan, meminta agar Bupati Sergai H.Darma Wijaya untuk memanggil 28 Anggota DPRD yang melakukan mosi tidak percaya untuk memberikan klarifikasi kepada Bupati, menurut Bahrum Abas hal ini juga terkesan lucu.

H.Bahrum Abas yang juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Wiratama Republik Indonesia ( PWRI ) Kabupaten Serdang Bedagai itu, mengatakan, tidak mungkin Bupati Sergai memanggil 28 anggota DPRD Sergai tersebut, karena mereka yang 28 anggota DPRD tersebut bukan bawahan Bupati.

BACA JUGA :   Pemkab Sergai Sampaikan Usulan Kegiatan Pembangunan ke Anggota DPR RI

“Bupati Sergai dalam hal ini tidak mungkin memanggil 28 Anggota DPRD yang membuat mosi tidak percaya kepada Ketua DPRD untuk melakukan klarifikasi, sebab mereka itu bukan bawahannya, jadi agak lucu juga, kan ada Badan Kehormatan Dewan ( BKD )”, Ungkap Bahrum Abas lagi.

( Aripin )

Facebook Comments
Subscribe for notification