29 November 2022

Citranews Indonesia

Berani , Kritis Dan Membangun

Forum Rektor dan Guru Besar Dukung KPK

2 min read
Jakarta,Citranewsindonesia– Kerja
pemberantasan korupsi adalah jalan panjang yang masih jauh dari
selesai, itulah mengapa peran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sangat
vital dalam memastikan berjalannya agenda tersebut. 
Demikian disampaikan
Forum Rektor Indonesia dan Guru Besar Antikorupsi dari berbagai
Perguruan Tinggi pada Jumat (17/3) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
“Kami
ingin menyampaikan pernyataan sikap kami dalam wacana Revisi
Undang-Undang KPK, yang sudah mulai dilakukan melalui roadshow ke
beberapa Universitas di daerah-daerah oleh Badan Keahlian DPR RI,” kata
Wakil Ketua Forum Rektor dan Guru Besar Asep Syaifuddin.
Dalam
kesempatan itu, Forum Rektor dan Guru Besar menyampaikan dukungannya.
Pertama, KPK harus berani dalam mengungkap perkara korupsi besar KTP
Elektronik yang juga melibatkan petinggi-petinggi lembaga negara, dan
aktor-aktor besar lainnya.
“Kami
akan selalu mendukung kerja pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK,
karena KPK sudah memberikan harapan bagi Bangsa Indonesia dalam membawa
aktor-aktor yang sangat sulit disentuh oleh proses hukum sebelum masa
reformasi, dalam perkara korupsi,” katanya.
Kedua,
rencana pembahasan Revisi UU KPK harus segera dihentikan. Wacana Revisi
UU KPK yang kali ini didengungkan tidak bisa dilepaskan dari kerja KPK
dalam mengungkap perkara korupsi KTP Elektronik, sehingga “Rencana
Revisi UU KPK ini patut diduga sebagai upaya memecah konsentrasi dan
melemahkan KPK,” katanya.
Menurut
Asep, segala bentuk ancaman terhadap kerja KPK, adalah juga ancaman
terhadap kerja pemberantasan korupsi. Untuk itu, Kami sebagai Profesor
dan Guru Besar dari Universitas di Indonesia, mendukung KPK dalam
mengungkap dan menyelesaikan perkara korupsi KTP Elektronik, dan
mendukung penolakan pembahasan Revisi UU KPK yang berpotensi besar
melemahkan KPK.
Menanggapi
dukungan tersebut, Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif mengapresiasi
positif. Dukungan masyarakat, kata Syarif, adalah modal sosial yang
sangat besar bagi KPK dalam mengemban amanah rakyat.
“Dukungan
ini, juga menjadi semacam energi bagi kami yang menegaskan, bahwa KPK
tidak sendirian dalam memberantas korupsi. Bersama KPK, berdiri seluruh
elemen masyarakat yang memberikan dukungan,” katanya.
(Humas)
Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Subscribe for notification