26 Mei 2022

Citranews Indonesia

Berani , Kritis Dan Membangun

Lahan Situ Perigi Pondok Aren di Caplok Pengembang

3 min read
Tangsel,Citranewsindonesia-
Situ Perigi yang berada diwilayah kelurahan Perigi, kecamatan Pondok
Aren, Tangerang Selatan, ternyata berdasarkan peta site plant badan
agraria lama memiliki luas 8,5 hektar dan kini hanya tersisa 3,5 hektar
saja. 
 
Hal tersebut terungkap dalam acara forum diskusi group (FGD)
tentang perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan Situ berkelanjutan
yang diselenggarakan bersama oleh kementerian PU Pera republik
Indonesia, Koalisi Rakyat Peduli Situ (KORPS) serta komunitas Tangsel
Club (TC). 
 
Acara yang berlangsung pada Jum’at (17/03/2017) siang di
rumah makan Kampoeng Anggrek, Buaran, Serpong, Tangsel tersebut dihadiri
oleh beberapa pejabat pemkot Tangsel terkait seperti Rahmat Salam
selaku Asda 1, Mukodas Suhada Plt Kadis Lingkungan Hidup, Hafiz Kabid dari Dinas
Bangunan dan Tata Ruang, Sri Doyo Kabid perencanaan Bapeda, Tulus
perwakilan BBWS provinsi Banten, FX. Hermawan Kusuma selaku Kasublitbang
kebijakan dan penerapan teknologi pada Kementerian PU PERA republik
Indonesia, 
 
Presiden Tangsel Club Uten Sutendi serta ketua PWI Tangsel
Edi Junaidi.dan Rahmat Salam dalam paparannya sempat
menceritakan rasa kegalauan dan kegusarannya pada peran Balai Besar
Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane atas minimnya eksen konkrit yang
dilakukan.
“Saya sempat mendatangi kantor BBWS
untuk menyampaikan kerisauan kami pemkot Tangsel dan masyarakat peduli
Situ di Tangsel atas ketidakjelasan wewenang pemkot Tangsel dan
masyarakatnya dalam pengelolaan, pemeliharaan dan pemanfaatan atas aset
Situ-Situ yang kami miliki, ” terang Rahmat Salam.
Lebih
lanjut mantan kepala BLHD Tangsel yang kini menjadi Asda 1 itu meminta
serta mengajak kepada kementerian PU PERA untuk melakukan langkah
konkrit dalam masalah pengelolaan Situ yang saat ini terbelenggu oleh
Undang-Undang nomor 23/2014 tentang pengelolaan Situ oleh pemerintah
pusat.
“Kalau perlu mari kita bersama-sama
dengan seluruh komponen masyarakat Tangsel pengiat Situ, untuk melakukan
uji materi ke MK atas Undang-Undang nomor 23/2014 tersebut, ” ajaknya.
Ketua
PWI Tangsel Edi Junaidi dalam kesempatan forum diskusi tersebut juga
menginformasikan bahwa lahan Situ Perigi yang awalnya memiliki luas area
8,5 hektar, kini hanya tersisa 3,5 hektar saja karena dicaplok oleh
pengembang perumahan.
“Kita minta saja kepada
Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tangerang untuk membatalkan sertifkat
tanah yang sudah dikeluarkan kepada si pengembang perumahan tersebut.
Karena sesungguhnya tànah tersebut adalah aset milik pemkot Tangsel dan
masuk area lahan Situ Perigi, ” tandasnya.
Ditempat
yang sama Bang Jay, ketua Koalisi Rakyat Peduli Situ (KORPS)
mengingatkan kepada pihak pemerintah pusat dalam hal ini kementerian PU
Pera bahwa UU No.23/2014 mengàmanatkan kata kewenangan itu sebagai
kewajiban.
“Ibarat seoràng bapak, sudah
seharusnya pemerintah pusat dalam hal ini kemententerian PU Pera untuk
memberikan bimbingan, arahan dan bantuan yang baik, benar dan maksimal
kepada ànaknya yaitu pemkot Tàngsel dan warga masyarakatnya untuk
melakukan sesuatu dengàn konkrit bagaimana memberikan kewenangan yang
dimilikinya kepada masyaràkat Tangsel untuk mengelola Situ-Situ yang ada
diwilayahnya, ” tandasnya.
Ditempat yàng sàma,
bàik FX. Hermawan selaku perwakilan kementerian PU PERA maupun Uten
Sutendi selaku Presiden Tangsel Club (TC) mengàjak kepada semua pihak
untuk mencàri celah yang kosong dàri UU No.23/2014 tersebut untuk dapat
dimanfaatkan dengan baik bagi usaha pengelolaan Situ-Situ yang ada di
Tangsel.
“Ayo, sementara ini kita lihat
celah-celah yang mungkin ada dalam peraturan tentang pengelolaan Situ
tersebut yang dapat kita gunakan untuk melakukan eksen konkrit dan nyata
agar keberadaan Situ yang Tangsel miliki dapat dimanfaatkan dan
dikelola untuk kepentingan masyarakat Tangsel dengan maksimal, tidak ada
yang tidak bisa didunia ini kalau kita mau kerjakan, ” pungkas Uten
Sutendi.(BTL)
Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

IKUTI CITRANEWS    OK TERIMAKASIH