29 Mei 2022

Citranews Indonesia

Berani , Kritis Dan Membangun

Bantuan Dinas Pertanian Tangsel di duga tidak tepat sasaran

3 min read
Tangsel,citranesindonesia.com,— Dinas Pertanian Kota Tangerang selatan memberikan pelatihan dan bantuan langsung kepada para petani Di kota Tangsel, salah satunya adalah Program budi daya jamur Dan melakukan pembangunan Rumah Jamur atau biasa disebut Kumbung Jamur . Namun amat di sayangkan, Program budi daya jamur di Kota Tangsel melalui rumah jamur atau kumbung jamur di duga tidak berjalan sebagai mana mestinya .
Seperti halnya seorang Petani jamur yang berinisial (H) 35 tahun yang tidak mau disebut namanya ini, mengatakan banyaknya bantuan Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Pertanian ternyata masih belum berjalan dengan baik, salah satunya adalah kumbung jamur, bantuan yang sudah hampir mencapai satu tahun ini ternyata menyimpan banyak pertanyaan di mata masyarakat, faktanya dari 19 kumbung jamur penerima bantuan di Kota Tangerang Selatan, hanya 1 kumbung jamur yang berjalan dengan baik atau tepat pada sasaran, seperti kumbung jamur yang terletak di Kelurahan Kedaung , kecamatan Pamulang. Kota Tangsel ini, meskipun hasil panen tidak tentu namun adanya kelompok tani yang merawat kumbung jamur ini terbukti adanya pemasukan dan tidak terlihat sia-sia”.
“Saya juga kecewa, awalnya kami di janjikan oleh pak Ramdan (Kepala bidang Pertanian) semua peserta pelatihan inilah yang akan mendapatkan bantuan kumbung jamur, ternyata pada saat bantuan sampai ke masyarakat, tak satupun peserta pelatihan yang mendapatkan bantuan tersebut,  malah yang tidak mengikuti pelatihanlah yang mendapat kumbung jamur bantuan dari Dinas Pertanian Kota Tangerang selatan. Ya logika saja mas, anggaran yang mencapai 25 sampai 30 juta itu kan besar, jika jatuh tepat sasaran kan pasti berjalan sebagai mestinya, kalau jatuh pada kami atau petani jamur yang mengikuti pelatihan pasti jalan” pungkas (H) kepada Wartawan.
Tak hanya itu, (H) juga mengatakan, salah satu kumbung jamur yang terletak di Kelurahan Jelupang adalah milik salah satu pegawai dari Dinas Pertanian yang bernama yuni.
“Saya pernah di tawari untuk mengelola kumbung tersebut kepemilikan Yuni , tetapi karna saya minta 3 juta per- bulanya, ibu yuni tidak sanggup menggaji saya lalu ibu yuni mencari tenaga yang lebih murah, setelah sebulan kemudian saya bertanya kepada ibu yuni, bagaimana perkembangan kumbung jamurnya bu?  ibu yuni menjawab, sudah mendapat tenaga yang lebih murah” ungkap (H)
Saat di konfirmasi di ruanganya, Muhammad Ramdan sebagai Kepala bidang pertanian, mengatakan “Dinas itu sifatnya hanya membantu saja, kedepannya kami serahkan kembali kepada para petani, mau di Bakar atau mau di jual itu urusan mereka Ungkapnya,Senin (09/05/2016)
“Untuk janji saya kepada (H) itu sah sah saja,  (H) atau si Otong itu saya tau, yang Sekolah Dasar saja tidak lulus, toh mereka hanya mengajukan pelatihan saja. Selain itu apabila kumbung jamur dalam waktu 1 bulan saja tidak terpakai maka akan hancur dikarenakan pasti banyaknya rayap sehingga kumbung tersebut jadi rusak. Dan hanya yang berhasil ada diwilayah kademangan hasil bantuan dari pemkot. Sehingga apabila masyarakat banyak yang tidak berhasil itu akibat dari mereka sendiri. Terangnya
Dinas tidak bisa membuat proyek dikarenakan semua itu berdasarkan hasil musrembang dan kini masyarakat dimungkinkan dari tingkat Lurah atau Kecamatan yang tidak memasukan beberapa permintaan dari masyarakat. Jelasnya
Menurut Yuni salah satu staf dinas pertanian dan perikanan tangsel kumbung tersebut bukan kepemilikannya saya sifatnya saya hanya ingin mengajak bekerjasama dengan salah satu petani Jamur yaitu pak yusuf. Selain itu juga saya tidak pernah mengakui bahwa itu kumbung pribadi yang dihasilkan untuk saya sendiri” sangkalnya. (Aryo/Dede Richal)
Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

IKUTI CITRANEWS    OK TERIMAKASIH