1 Desember 2022

Citranews Indonesia

Berani , Kritis Dan Membangun

PWI Desak Kabag Humas Tangsel Dedi Rafidi Diganti

2 min read
Tangsel,CitranewsIndonesia— Tidak hanya awak media yang bertugas sehari-hari melakukan liputan di
Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang mengeluhkan kinerja bagian
Humas&Protokol Pemkot Tangsel selama ini. 
Ketua organisasi Persatuan
Wartawan Indonesia (PWI) Tangsel, Edi Rusli juga sangat geram akan
tingkah polah dan kinerja bagian Humas&Protokol Tangsel dalam
memberikan pelayanan.
Dihubungi Harian Tangerang Raya Media via sambungan telepon, Edi
Rusli mengatakan bahwa sudah sepantasnya seluruh pegawai
Humas&protokol direshufle (diganti) sebab menurutnya, mereka sering
melakukan diskriminasi terhadap sejumlah awak media yang melakukan tugas
liputan di Tangsel.
“Kepala Bagian Humas&Protokol Pemkot Tangsel
tidak mengerti bagaimana seharusnya berhubungan dengan media dan
organisasi kewartawanan. Sejauh pengetahuan saya bagian kehumasan yang
ada di seluruh Indonesia akan mengakomodir setiap media dan organisasi
yang menaungi media,” tegas Edi.
Menurut Edi, anggaran kerjasama dengan media bernilai hingga miliaran
rupiah. Hanya saja patut dipertanyakan dikemanakan anggaran tersebut?.
Dan seperti apa bentuk kerjasama yang dilakukan oleh pihak Humas Tangsel
selama ini.“Mereka menerbitkan majalalah Pemkot, juga harus
dipertanyakan, dananya itu berasal dari mana?. Sementara, banyak media
yang sudah jelas legalitasnya, justru malah banyak mendapatkan hambatan
dalam setiap kegiatan termasuk sulitnya mendapatkan anggaran publikasi
berupa advertorial maupun iklan sosialisasi,” tutur Edi .
Edi Rusli menilai kemungkinan Kabag Humas tidak pernah mempelajari
Undang Undang Pers nomor 40 tahun 1999. Selain itu, lanjut Edi Kabag
Humas harus belajar banyak bagaimana menjadi humas yang sesunguhnya.
“Hanya Humas Tangsel yang tidak mengerti bagaimana membangun hubungan
kerjasama dengan media dan organisasi pers,” tegasnya.
Selaku Ketua PWI, Edi Rusli juga menyesalkan janji Wali Kota Tangsel
untuk mengadakan SJI (Sekolah Jurnalistik Indonesia) yang pernah
dilontarkannya didepan Ketua umum PWI pada saat pelantikan PWI Tangsel
beberapa waktu lalu.
Edi juga menuding, tidak jalannya kerjasama program tersebut,
disebabkan karena tidak becusnya pihak Humas &protokol Tangsel dalam
mengakomodir program yang sudah disepakati itu. “Setelah kita sikapi
dengan memberikan proposal ternyata dihambat pihak Humas, padahal SJI
merupakan program nasional bukan hanya di Tangsel.
Akibat kinerja Humas yang tidak sejalan dengan Pemkot Tangsel,
menurut Edi sudah sepantasnya Kabag Humas diganti. Sebab keberadaannya
justru malah merugikan Pemkot. “Pegawai Humas dari A sampai Z harus
diganti, biar Pemkot Tangsel menjadi lebih baik,” pungkasnya.
Plt Sekda Kota Tangsel, Muhammad saat dimintai tanggapannya terkait
keluhan wartawan terhadap kinerja bagian Kehumasan&Protokol Kota
Tangsel yang selama ini terkesan tebang pilih terhadap media mengatakan,
bahwa hal tersebut merupakan masukan yang baik baginya untuk melakukan
evaluasi. 
“Masukan yang baik buat saya,” kata Muhammad singkat saat
dihubungi melalui pesan singkat, Rabu (19/8).
Sementara itu, Marlinda Siregar salah seorang pegawai di Bagian
Humas&Protokol Kota Tangsel yang biasa berhubungan dengan
rekan-rekan wartawan mengancam akan mensomasi Harian Tangerang Raya
Media.

“Nulis berita kok tanpa konfirmasi, itu tidak sesuai dengan kode etik
jurnalistik. Kami akan kirim hak jawab dan harus dimuat di halaman dan
kolom yang sama” katanya, saat dirinya menghubungi Tangerang Raya
melalui pesan singkatnya di blackberry messenger, Rabu (19/8).

”Pers itu
kan juga ada yang ngawasin namanya dewan pers. Kami akan kirim somasi
dengan tembusan ke dewan pers,” katanya lagi.(Sumber Tangerang Raya)
Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Subscribe for notification