15 Agustus 2022

Citranews Indonesia

Berani , Kritis Dan Membangun

Artis Nasional Menyapa Afista

2 min read
Tangerang,Citranewsindonesia— Suasana Komplek al-Fityan Tangerang pada hari Rabu tanggal 25 Februari 2015 tampak
lebih semarak. Tenda berukuran 3×3 bahkan tampak terpasang di halaman masjid.
Dua meja tamu juga telah ditata sedemikian rupa oleh panitia siap  menyambut kedatangan para tamu. Tapi, acara
apakah gerangan? Ya, pada hari ini, komite sekolah SD al-Fityan Tangerang punya
gawe; mengadakan seminar “Pengaruh Gadget Terhadap Anak; Satu Upaya Antisipasi
Bagi Generasi Bangsa” dan mengundang pembicara publik figur yang dahulu kerap
wara-wiri di layar kaca sebagai artis sinetron dan bintang iklan, dan terkenal
dengan tagline “Pusiiiiiiiing” yang konon telah dipatenkan. Tidak salah lagi,
dia adalah Peggy Melaty Sukma.


Magnet sebagai publik figur yang mantan artis tetap tidak
pudar pada diri Peggy, walau ‘gelanggang’ dunia artis itu telah ditinggalkannya
sejak lama. Bila dahulu ia terkenal sebagai artis dan memiliki tempat tersendiri
dalam hati para penggemarnya, namun kini dunia yang membesarkan namanya itu ia campakkan
demi sebuah tujuan hidup yang lebih mulia dan luhur, lebih dari sekedar
popularitas dan nama besar; “Ketaatan kepada Allah”. Kalimat singkat itulah
yang meluncur tegas dari bibir  Peggy
saat ia ditanya salah seorang kawan guru di al-Fityan tentang pilihannya
sekarang, dan kerelaannya meninggalkan dunia glamour itu. Kalimat singkat tapi
sarat makna sebagai ungkapan penemuan jatidiri sebagai manusia yang tidak akan
pernah merasakan kebahagiaan hakiki kecuali mendekat dan taat kepada Sang
Khalik. Itulah ujung dari sebuah pergulatan batin yang selama ini mendera dalam
jiwa, dan tidak banyak manusia yang sanggup membebaskan diri dari jebakan itu
untuk selanjutnya mengambil keputusan yang tegas dan pasti.

Kehadiran Peggy Melati Sukma di tengah wali murid dan dan
rekan-rekan guru al-Fityan untuk berbagi ilmu dan pengalaman tentang bagaimana
menjaga anak-anak kita, dan bahkan kita sendiri dari ketergantunganya pada
teknologi, khususnya gadget. “Betapa banyak di antara kita yang saat matanya
terbuka pertama kali, maka yang dipegang dan dilihat adalah gadgetnya. Itu
adalah bukti ‘ketergantungan’ yang terkadang tidak kita sadari.”
Demikian
penggalan kalimat yang disampaikan sang narasumber di hadapan audiens yang
memenuhi aula al-Fityan School. Ia memaparkan tentang pengaruh gadget seakan
berlalu begitu cepat diselingi dialog dan tanya jawab dengan para peserta. Dan
yang tak kalah menarik adalah cerita tentang pergulatan batin itu, yang oleh Mbak
Peggy ia tuangkan dalam sebuah buku memoar “Kujemput Engkau di Sepertiga
Malam. Sebuah Kisah Pergulatan Batin”.

Semoga kehadiran Peggy Melati Sukma di tengah keluarga besar
al-Fityan School membawa kebaikan dan keberkahan bagi kita, ilmu dan pengalaman
yang telah dishare menjadi amal kebaikan di sisi Allah Azza wa Jalla.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

IKUTI CITRANEWS    OK TERIMAKASIH