7 Desember 2022

Citranews Indonesia

Berani , Kritis Dan Membangun

Pendeta Indrianto: Bolehkah Saya Ucapkan Assalamualaikum?

2 min read
YOGYAKARTA,Ci News–Pendeta Indrianto yang hadir sebagai pembicara dalam Bincang Senja,
membuka diskusi tentang masa depan keberagaman Yogyakarta dengan
mengucapkan assalamualaikum. Namun, sebelum mengucapkan salam itu,
pendeta lulusan Univesitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta ini meminta
izin kepada pemeluk agama Islam yang hadir. Sebab, dia mengaku sering
kali ditegur ketika mengucapkan assalamualaikum.

“Saudaraku yang
memeluk agama Islam, saya meminta izin, bolehkah mengucapkan salam
dengan assalamualaikum?” tanya Pendeta Indrianto kepada peserta acara
Bincang Senja yang Muslim, Kamis (30/1/2014).

Mendengar
pertanyaan tersebut, secara serentak puluhan pemeluk agama Islam yang
hadir dalam acara itu mengiyakan. Setelah diizinkan, Pendeta Indrianto
lantas mengucapkan salam.

“Terima kasih saudaraku. Kenapa saya bertanya, sebab setiap kali mengucapkan assalamualaikum saya selalu ditegur,” katanya.

Ia
mengaku pernah ditegur oleh salah satu ormas ketika melayani korban
gempa di Klaten karena membuka pembicaraan dengan assalamualaikum. Tak
hanya non-formal, ketika menghadiri acara formal kecamatan pun, ia
pernah juga ditegur karena membuka sambutannya dengan assalamualaikum.
Menurutnya, membuka pembicaraan dan sambutan dengan mengucapkan
assalamualaikum karena hatinya ingin membuat senang orang-orang yang
disapa.

“Niat hati saya, ingin menyapa dan yang disapa itu biar senang. Kalau berpapasan dengan orang Jawa, ya mengucapkan Sugeng Siang (Selamat Siang), tentu orang yang disapa akan senang meski yang mengucapkan bukan orang Jawa,” katanya.

Tak
hanya itu, Pendeta Indrianto mengaku pernah ditegur oleh
pendeta-pendeta karena datang dalam acara doa yang diadakan oleh salah
satu ormas Islam. Padahal kedatangannya tersebut sebagai bukti tindakan
nyata akan sikap toleransi.

“Dalam ajaran kami, ketika kamu
ditampar pipi kirimu, berikanlah pipi kananmu. Kasihilah musuhmu. Jadi
ketika kekerasan dilawan dengan cinta kasih, saya yakin mereka akan
berubah. Doakan saja terus sampai sadar,” katanya.

Acara Bincang
Senja dengan tema “Masa Depan Keberagaman Yogyakarta” ini diadakan oleh
Jaringan Gusdurian, Aour Indonesia, dan Komunitas Makaryo. Hadir
sebagai pembicara antara lain Subkhi Ridho (JIMM), Elga Sarapung
(interfidei), Hairus Salim (LKIS), dan Pendeta Indrianto.Sumber : Kompas.com

 
Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Subscribe for notification