15 Agustus 2022

Citranews Indonesia

Berani , Kritis Dan Membangun

Bangunan Liar dijalur Pipas Gas Tangsel kembali menjamur

2 min read

Tangsel,Ci News– Kesan kumuh dan semrawut di seputar kawasan pusat pemerintah (puspem)
Kota Tangerang Selatan terlihat sangat nyata didepan mata. Namun
anehnya, hal itu terus dibiarkan begitu saja.


Kegiataan
pembersihan dan penertiban bangunan liar (bangli) dan parkir liar
(parli) mahasiswa Universitas Pamulang (Unpam) diatas lahan/areal jalur
pipa gas yang melintas di Kota Tangsel oleh PT Pertamina (Dirjen Minyak
& Gas Bumi) beberapa bulan lalu, khususnya di bundaran Pamulang,
tidak ditindak-lanjuti pemkot Tangsel (Satuan Polisi Pamong Praja) untuk
terus dirapihkan. Sangat
disayangkan memang, namun apa mau dikata. 
Dan, mungkin inilah
sesungguhnya potret Kota Tangsel yang Cerdas, Modern, dan Religius.Kekurang pedulian
pihak-pihak pengambil manfaat atas lahan milik PT Pertamina tersebut,
secara nyata mengabaikan kepentingan umum, termasuk pengguna jalan raya.
 
“Pihak
Unpam dengan jumlah mahasiswa ribuan orang serta siswa-siswa dari
sekolah dibawah naungan Yayasan Sasmitajaya tidak diantisipasi dengan
sarana pendukung parkir kendaraan mahasiswa, dosen, maupun karyawan.
Kemacetan luar biasa terjadi saat masuk dan keluar kendaraan dari Kampus
dan sekolah tersebut,” ungkap Asep, warga Pamulang yang sering melewati
kawasan tersebut saat ditemui di lokasi, Sabtu (25/1).Asep berharap pemkot Tangsel bersikap tegas atas kondisi tersebut.

Sementara
itu, bangunan liar dan pedagang kaki lima juga kembali menempati lahan
yang sudah ‘disterilkan” oleh PT Pertamina, bahkan kini terlihat
kedai-kedai berjejer sepanjang pagar jalur  pipa gas dan mempersempit
badan jalan raya Pajajaran Pamulang serta diatas lahan PT Pertamina di
depan kampus Unpam. Kondisi dilapangan juga diperparah dengan mangkalnya
angkutan kota (angkot) di samping dan seberang Mapolsek Pamulang.
Sumber : DT

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

IKUTI CITRANEWS    OK TERIMAKASIH