30 November 2022

Citranews Indonesia

Berani , Kritis Dan Membangun

Proses Terjadinya Kanker Masa Kini

2 min read
Jakarta,CitranewsIndonesia – Kanker adalah sel yang
telah kehilangan pengendalian dan mekanisme normal, sehingga pertumbuhan
tidak teratur. Kanker bisa terjdi dari berbagai jaringan dalam berbagai
organ.

Sejalan dengan pertumbuhan dan pembiakan, sel-sel kanker
membentuk suatu massa dari jaringan ganas menyusup ke jaringan di
dekatnya dan bisa menyebar (metastasis) ke seluruh tubuh. Sel-sel kanker
dibentuk dari sel-sel normal dalam suatu proses rumit yang disebut
transformasi, yang terdiri dari tahap inisiasi dan promosi.

Pada tahap inisiasi terjadi suatu perubahan dalam bahan genetik sel
ke sel ganas memancing. Perubahan dalam bahan genetik sel ini disebabkan
oleh suatu agen yang disebut karsinogen, yang bisa bahan kimia, virus,
radiasi (penyinaran) atau matahari. Tetapi tidak semua sel memiliki
kepekaan yang sama untuk suatu karsinogen. Kelainan genetik dalam sel
atau bahan lainnya, yang disebut promotor, menyebabkan sel lebih rentan
terhadap suatu karsinogen. Bahkan gangguan fisik dapat membuat
menahunpun sel menjadi lebih peka untuk memiliki keganasan.
Pada tahap promosi, suatu sel yang telah mengalami inisiasi akan
menjadi ganas. Sel yang belum melewati tahap inisiasi tidak akan
terpengaruh oleh kampanye. Karena itu diperlukan beberapa faktor untuk
terjadinya keganasan (gabungan dari sel yang peka dan suatu karsinogen).
Dalam sebuah proses di mana sel normal menjadi sel ganas, pada
akhirnya DNA dari sel-sel ini akan mengalami perubahan. Perubahan dalam
bahan genetik sel sering sulit ditemukan, tetapi kadang-kadang kanker
dapat diketahui dari adanya suatu perubahan dalam ukuran atau bentuk
kromosom tertentu. Misalnya kromosom abnormal yang disebut kromosom
Philadelphia ditemukan pada sekitar 80% dari pasien dengan leukemia
mielositik kronis. Perubahan genetik juga telah ditemukan dalam tumor
otak dan kanker usus besar, payudara, paru-paru dan tulang.
Mungkin diperlukan serangkaian perubahan kromosom terjadinya kanker.
Penelitian tentang poliposis keluarga usus besar (kelainan usus
herediter berupa pertumbuhan polip yang berubah menjadi ganas), telah
membawa kita ke sebuah kecurigaan tentang bagaimana hal ini terjadi pada
kanker usus besar. Lapisan usus besar yang normal mulai tumbuh secara
aktif (hiperproliferasi), karena sel-sel mereka tidak lagi memiliki gen
penekan pada kromosom 5 yang dalam keadaan normal mengendalikan
pertumbuhan lapisan tersebut. 
Perubahan selanjutnya dalam DNA kecil
memfasilitasi terbentuknya adenoma (tumor jinak). Gen lain (onkogen RAS)
menyebabkan adenoma tumbuh lebih aktif. Hilangnya gen penekan pada
kromosom 18 selanjutnya akan merangsang adenoma dan pada akhirnya
hilangnya gen pada kromosom 17 akan merubah adenoma yang jinak menjadi
kanker. Perubahan tambahan lainnya dapat menyebabkan kanker untuk
menyebar ke seluruh tubuh (metastase).
Pada saat sebuah sel menjadi ganas, sistem kekebalan sering dapat
menghancurkan sel-sel ganas sebelum berlipat ganda dan menjadi kanker.
Kanker cenderung terjadi jika sistem kekebalan tubuh tidak berfungsi
secara normal, seperti yang terjadi pada manusia. AIDS, orang-orang yang
menggunakan obat penekan kekebalan dan pada penyakit autoimun tertentu.
Tetapi sistem kekebalan tidak selalu efektif, kanker dapat menembus
perlindungan ini meskipun sistem kekebalan berfungsi secara normal.
Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Subscribe for notification