Ketua DPRD Kota Tangerang Beberkan Peta Masalah 2027, Transportasi hingga Sampah Jadi Sorotan

KOTA TANGERANG || Citranewsindonesia.com — Ketua DPRD Kota Tangerang, , memaparkan sejumlah persoalan krusial yang akan memengaruhi arah pembangunan Kota Tangerang pada 2027. Isu utama yang disorot meliputi transportasi, lingkungan, pengelolaan sampah, hingga keterbatasan anggaran daerah.

Pernyataan itu disampaikan Rusdi dalam forum Musrenbang RKPD 2027 di Ruang Al Amanah, Kota Tangerang, Selasa (7/4/2026).

Rusdi menegaskan, persoalan transportasi masih menjadi pekerjaan rumah besar. Keberadaan dinilai belum memberi kontribusi optimal terhadap pertumbuhan kota.

Menurutnya, belum adanya integrasi yang jelas antara bandara dengan perencanaan pembangunan membuat potensi ekonomi belum tergarap maksimal.

“Bandara ada di wilayah kita, tapi dampaknya belum terkonsep. Harus ada integrasi yang konkret,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan ke depan harus berbasis kawasan dengan melibatkan wilayah dan agar konektivitas dan pertumbuhan ekonomi lebih terarah.

BACA JUGA :  Sachrudin Lepas 100 ASN Purna Tugas, Pastikan Hak Pensiun Terpenuhi

Selain transportasi, Rusdi juga menyoroti penurunan kualitas lingkungan. Ia menyebut ruang terbuka hijau semakin berkurang, sementara kualitas air juga mengalami penurunan.

Kondisi ini berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat, terutama anak-anak yang kini tumbuh di lingkungan yang berbeda dari sebelumnya.

Dalam hal pengelolaan sampah, Rusdi mendorong perubahan sistem yang dimulai dari sumber, yakni rumah tangga. Ia menilai pelibatan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan.

Selain itu, ia membuka peluang penggunaan teknologi, seperti aplikasi digital, untuk mendukung sistem pengelolaan yang lebih efektif dan terintegrasi.

Dari sisi fiskal, Rusdi mengungkapkan lebih dari 60 persen APBD Kota Tangerang terserap untuk belanja wajib seperti pendidikan, kesehatan, dan gaji pegawai.

Akibatnya, ruang anggaran untuk program strategis seperti pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi menjadi terbatas.

“Ruang fiskal kita sempit. Ini yang membuat program besar sulit didorong maksimal,” jelasnya.

BACA JUGA :  DPRD Kota Tangerang Klarifikasi Dugaan Pemanfaatan Lahan PSU Tanpa Izin di Bugel

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, DPRD mendorong pemerintah daerah lebih aktif mengakses program dari pemerintah pusat.

Di sisi lain, Rusdi menekankan pentingnya keseimbangan antara pelayanan dasar dan penguatan ekonomi masyarakat agar daya beli meningkat.

Ia juga mengingatkan bahwa kondisi ekonomi global turut memengaruhi pendapatan daerah, sehingga perencanaan harus realistis dan adaptif.

Rusdi berharap, perencanaan pembangunan 2027 tidak hanya fokus pada pertumbuhan, tetapi juga kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Dengan integrasi transportasi, perbaikan lingkungan, pengelolaan sampah berbasis sumber, serta strategi anggaran yang tepat, ia optimistis Kota Tangerang bisa berkembang lebih berkelanjutan.

#Red

Facebook Comments

Redaksi

Media Online

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *